Baru 50% Guru Agama, Yang Sertifikasi

Untitled vvv

Assalamualikum Wr. Wb.

Baru 50% Guru Agama, Yang SertifikasiRekan-rekan guru agama mungkin ini kabar yang menggembirakan ataupun sebaliknya. Sebagaimana pernyataan Menteri seperti berikut:

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) merilis data hasil pelaksanaan sertifikasi guru 2015. Dari total guru agama, termasuk pendidik di madrasah yang mencapai 1.100.238, sebanyak 534.846 guru atau hampir setengahnya belum tesertifikasi.

Padahal, Undang-Undang No 14/2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan guru harus memiliki profesionalisme. Disebutkan, guru harus mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal. Salah satu bukti profesionalisme itu ditunjukkan dengan memiliki sertifikasi pendidik.

“Banyak guru madrasah yang sampai saat ini belum memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan sertifikasi guru karena belum bergelar sarjana (S-1),” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai acara Gelar Expose Sembilan Tahun Penyelenggaraan Sertifikasi Guru di Jakarta.

Selain itu, jelasnya, kuota peserta sertifikasi guru untuk tahun ini hanya berjumlah 38.073. Angka tersebut cenderung mengalami penurunan sejak 2013 yang jumlahnya mencapai 65.035, kemudian turun menjadi 41.094 pada 2014.

Selain itu, kata Menag, sertifikasi guru terkendala banyaknya guru yang berada dalam ikatan kontrak non-PNS. Ribuan guru non-PNS diangkat kepala sekolah atau yayasan. Guru-guru di kelompok tersebut menjadi permasalahan tersendiri. Mereka menambah jumlah guru yang tidak tercakup oleh anggaran dana sertifikasi.

Menurutnya, anggaran untuk proses sertifikasi guru terbatas. Menag tidak ingat secara persis jumlah anggaran tersebut. Akan tetapi, menurutnya, di antara seluruh anggaran Kemenag, sekitar 85% dialokasikan untuk pendidikan keagamaan.

“Mulai tahun depan akan kita intensifkan sertifikasi guru-guru. Targetnya pada 2019 seluruh guru agama di Indonesia sudah tesertifikasi,” tutur dia.

Apalagi, menurut Lukman, sertifikasi guru selain bisa menentukan kelayakan guru sebagai pendidik profesional juga meningkatkan martabat guru. Dengan demikian, ke depan, guru bisa mendapat dana insentif tambahan dari negara.

TantanganBaru 50% Guru Agama, Yang Sertifikasi

Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengungkapkan hingga kini masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya meningkatkan peran guru sebagai agen pembelajaran.

“Kita memiliki guru sangat banyak. Masalahnya pada distribusi, ada madrasah yang gurunya berlebih tapi ada yang kurang,” cetusnya.

Ke depan, menurut Kamaruddin, perlu pemerataan guru agar distribusinya menjadi ideal. Dengan begitu diiharapkan, pendidikan agama di Indonesia, khususnya madrasah, semakin meningkat.

Ia juga menyinggung hasil riset World Bank yang menyebutkan Indonesia berada di urutan 64 dari 68 negara dalam segi kualitas untuk matematika, sains, dan membaca. Itu merupakan salah satu tantangan besar yang harus dihadapi.

“Ini masih menantang sekali untuk kita perbaiki. Paling tidak, guru diberikan training satu tahun, tidak cuma sembilan hari,” tandasnya.

Sumber : <www.mediaindonesia.com>

1 Comment on Baru 50% Guru Agama, Yang Sertifikasi

  1. sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada bapak semoga niat tulus bapak untuk mengangkat kami guru yg bersertifikat apak(sertifikasi), tetapi pak tolonglah kami guru PAI di bawah kemendikbud di perhatikan pak, syukran kasyiran

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: