Masih Kekurangan 1.614 Guru Sekolah Dasar

Untitled vvv

Dapurguru.com — Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, hingga kini masih kekurangan sedikitnya 1.614 orang tenaga guru sekolah dasar (SD). Dari 673 sekolah yang tersebar di 22 wilayah kecamatan, seharusnya dilayani sekitar 6.057 guru SD berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang terakreditasi.

Sekarang ini, kegiatan belajar-mengajar (KBM) di seluruh SD yang ada, masih harus dilayani 4.443 orang tenaga guru PNS dan kekurangannya harus mengandalkan tenaga honorer atau K2 yang sudah cukup lama mengabdi di sekolah yang ada.

“Memang, untuk tenaga honorer atau K2 itu belum memiliki kualifikasi akredetasi sebagaimana ditentukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), karena mereka belum melalui perekrutan resmi sebagai PNS. Jadi ya untuk sementara untuk mencukupi kebutuhan tenaga pendidik dulu, baru nantinya dipikirkan kualitasnya,” ujar Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Kabupaten Blitar.

bAca JuGa : Masa depan 12.000 guru honorer tidak jelas

Lebih lanjut Rohadi membenarkan, bahwa Disdik Kabupaten Blitar baru memiliki sebanyak 4.443 orang guru SD yang berstatus PNS. Idealnya dari 673 SD yang ada mesti dilayani 6.057 guru SD berstatus PNS. “Ya, idealnya satu SD dilayani 9 orang yang terdiri dari seorang kepala sekolah (Kasek), enam orang guru kelas, seorang guru agama dan seorang guru olah raga,” ujar Rohadi.

Namun, katanya lagi, regulasi perekrutan PNS terutama guru semuanya tergantung dari Pusat. Sementara kekurangan guru SD sebanyak 1.614 di Kab Blitar, diambilkan dari tenaga honorer atau K2 yang sudah lama mengabdi di sekolahnya. Disdik tidak bisa mengusulkan tenaga K2 untuk menjadi PNS karena anggarannya tidak ada. “Lha, kalau kemudian dibebankan ke pemerintah daerah, ini tidak mampu,” ujar Rohadi.

Rohadi menjelaskan, perekrutan PNS untuk Kabupaten Blitar, terakhir dilakukan tahun 2014 lalu dengan jumlah sekitar 1.000 orang dan hanya 26 persen yang ditempatkan sebagai guru untuk semua tingkatan sekolah (SD sampai SMA).

Kekurangan jumlah guru SD ini, kata dia, disebabkan tidak tercover-nya jumlah pensiunan guru SD, guru yang dimutasi ataupun yang pensiun dini dan yang meninggal dunia setiap tahun yang tidak diikuti dengan rekruitmen guru baru.

baCa jugA : PGRI, Kita masih kekurangan guru

Bupati Blitar, Rijanto, yang dikonfirmasi sebelumnya sangat berharap agar pemerintah pusat meniadakan moratorium penerimaan PNS tahun ini bagi Kabupaten Blitar.

“Kalau dulu sistemnya daerah mengajukan butuh berapa PNS. Lha sekarang kuota itu yang menentukan pusat. Jadi memang sering tidak sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujar Rijanto.

Pihanya tetap berharap, tahun 2016 ini pemerintah pusat khususnya Kemdikbud (Dirjen Pendidikan Dasar) memberikan solusi terkait masalah kekurangan guru SD di Kabupaten Blitar karena merupakan kebutuhan yang mendesak.

“Ini tentu senafas dengan program Presiden Jokowi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa melalui program revolusi mental, utamanya bagi generasi muda yang sedang membentuk karakter ke-Indonesia-annya,” harapnya.
sumber : <http://www.beritasatu.com>

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: